KISAH TENTANG ULAR.....ULAR BERKISAH.....
Awalnya saya begitu takut dengan ular! Seperti kebanyakan orang saya kira itu normal-normal saja. Kemudian lama kelamaan saya mulai berpikir, mengapa kita takut dengan ular??? Saya mulai berpikir untuk mengalahkan rasa takut saya.....dan setelah beberapa tahun saya mencoba memahami seluk beluk ular...akhirnya saya menjadi ketagihan dan jatuh cinta dengan ular, sampai bisa bermain dengan kobra - ular yang termasuk sangat berbahaya bagi manusia....
Sebenarnya ular hampir tidak ada bedanya dengan hewan liar lainnya seperti harimau, beruang, buaya, scorpion, spider, komodo....mereka semua liar, berbahaya, beracun, bisa membunuh...tapi mengapa banyak orang paling takut dengan ular???
Pertama, soalnya kebanyakan orang sudah salah kaprah sejak awal. Ketika manusia pertama jatuh dalam dosa, dalam Kitab Suci digambarkan mereka jatuh dalam bujuk rayu ular yang merepresentasikan wajah setan, iblis jahat si penggoda. Sejak itu si ular mendapat stempel baru "musuh manusia keturunan hawa", hidup melata, dalam kegelapan, licik, jahat, sadis, membunuh, bahaya, harus dihindari, dsb. Kasihan si ular, karena sejak itu manusia sangat negatif memandang ular, padahal itu bukan dosanya...bukan salahnya... (ga tahu bagaimana para Teolog memandang hal ini). Yang jelas dalam kitab Kejadian dikatakan bahwa sejak saat itu diadakan permusuhan antara ular dan keturunannya melawan si perempuan/hawa dan keturunannya yang akan meremukkan kepala ular. Mungkin karena dikatakan begitu, maka dampaknya banyak orang kalo ketemu ular nalurinya pengen membunuh aja! Entah bersalah atau tidak, entah si ular membahayakan atau tidak, berbisa atau tidak; kecenderungan banyak orang kalo melihat ular ingin segera ambil batu dan melemparinya atau kayu atau apa saja untuk membunuhnya! Kejam dan tak ber peri kebinatangan ya.... Padahal si ular ga tahu apa-apa dan ga bermaksud apa-apa juga hi hi....
Sejauh diketahui, ular merupakan species binatang yang paling banyak membunuh manusia. Artinya dari kemungkinan terbanyak manusia tewas oleh karena binatang, paling sering disebabkan oleh ular! Tentu ada banyak orang yang mati karena harimau misalnya, atau buaya, atau yang lainnya; tapi presentase terbesar adalah karena ular. Mengapa hal itu terjadi???
Pertama, karena ular (beda dengan kebanyakan hewan liar dan berbahaya lainnya) hidupnya bersamaan tempat dengan habitat manusia. Di mana manusia pada umumnya tinggal, di sana ular pada umumnya suka tinggal. Ada semacam simbiosis mutualisma: Manusia membangun tempatnya yang sering disukai oleh tikus atau berbagai serangga (karena banyak makanan, binatang peliharaan seperti ayam, burung, kucing, anjing, dsb) Karena pelbagai binatang kecil dekat dengan manusia, ular yang merupakan predator binatang kecil seperti tikus, ayam dsb tentu suka tinggal di tempat yang mudah mencari makan. Sebagian ular tertentu (seperti kobra) adalah kanibal - suka memakan ular lainnya, maka di mana banyak ular kecil, kobra akan datang. Karena itu sebenarnya hampir di setiap lingkungan kita selalu ada kemungkinan ular tinggal dan bersarang.
Susahnya, kita sering tidak sadar atau tidak mengetahui keberadaan mereka di sekitar kita. Hal itu dikarenakan hampir seluruh waktu hidup binatang ular ini tersembunyi hidupnya. Kita mungkin tidak pernah tahu bahwa di dalam gorong-gorong dekat rumah kita tinggal seekor phyton yang cukup besar yang bertahan hidup cukup dengan membuka mulutnya dan tiap saat tikus-tikus got atau tikus pasar yang besar-besar cukup menjadi makanannya seumur hidup! Kebanyakan ular beraktivitas, keluar dari sarang hanya karena lapar dan terdorong mencari makanan; atau juga pada saat musim kawin. Jadi di luar kedua hal itu, tidak ada alasan lain bagi si ular untuk menampakkan dirinya, atau sekedar mau jalan-jalan, mau menggigit manusia, mau melihat-lihat kaki yang empuk untuk digigit! Ga pernah ada alasan si ular untuk memusuhi manusia juga.... Hampir seluruh jenis ular, mereka makan kenyang setelah menangkap mangsanya, cukup untuk kurang lebih 40 hari. Di luar waktu makan itu tidak ada alasan untuk mencari makanan tambahan, snack atau lainnya. Maka ular setelah cukup kenyang akan mencari tempat bersembunyi dan tidur sampai lewat masa proses pencernaannya selesai.
Ular binatang yang sangat tertib dan disiplin. Kalau sudah kenyang menyantap makanan, beberapa hari berikutnya kita sodori makanan yang empuk semisal tikus atau apapun yang lezat untuk ular, si ular tidak akan menyantapnya. Kalaupun dipaksa, paling dianggap pengganggu oleh si ular, maka hanya akan dibunuh dan dibiarkan busuk tanpa di santap. Apa yang dilakukan si ular selama empat puluh hari??? Tidur dan menikmati hasil buruannya yang tinggal lama di perutnya! Kalaupun ada alasan untuk keluar adalah pada saat musim kawin. Saat itu si betina biasanya menyebar bau yang khas sejauh bisa sampai radius dua hektar. Bau ini akan ditangkap oleh radar si jantan yang akan mencari sumber bau dan melangsungkan perkawinannya yang eksotik. Menarik kalau anda beruntung menyaksikan saat ular kawin karena seru, kejar-kejaran dan akhirnya melakukan semacam ritual tarian yang indah sebelum akhirnya kawin.
Maka, sekali lagi si ular senantiasa menghabiskan waktunya secara tersembunyi. Setelah 40 hari, badan si ular menjadi lebih besar dan gemuk setelah makan; lalu saatnya kulit yang lama tidak memadai lagi. Pada saat itu si ular akan keluar, mencari tempat yang cocok untuk menggesek-gesekkan kulit tua-nya dan menanggalkannya lalu bergantu dengan kulit yang baru yang lebih sesuai, lebih indah, bersinar dan kelihatan muda lagi!! Itu berarti saatnya berburu lagi!!
Lalu mengapa manusia suka menjumpai ular dalam kehidupan sehari-hari?? Umumnya karena manusia suka kerja, beraktivitas di kebun, di tempat-tempat yang disukai ular. Tentu saja ular terganggu lalu si ular bergerak untuk pindah ke tempat lain yang tersembunyi. Saat bergerak itulah sering orang melihatnya. Susahnya, karena tersembunyi, sering kita tidak tahu bahwa ular begitu dekat dengan kita. Akibatnya kita terkejut, si ular juga terkejut dan secara naluriah, refleks, si ular akan memagut karena kaget dikira akan dibunuh! Kita bisa belajar dari kearifan lokal mengenai ini. Orang-orang di kampung yang biasa keluar masuk hutan atau kebun, mereka tahu dengan baik mengenai ular. Mereka juga takut kalau digigit ular. Maka kalau mereka bepergian mereka umumnya membawa parang panjang atau tongkat atau apa saja dan memukul-mukulkannya di semak-semak atau di kayu, ranting atau pohon untuk membuat bunyi-bunyian yang berisik. Ini merupakan pemberitahuan kepada ular, dan juga binatang buas lainnya, supaya mereka tahu lebih dulu sejak masih jauh dan segera menyingkir karena ada manusia mau lewat. Nah, si ular yang mendengar bunyi berisik akan segera tahu bahwa ada keturunan musuh bebuyutannya! Maka saatnya segera menyingkir!. Tidak ada alasan ular untuk menunggu dan menggigit manusia kecuali untuk pertahanan diri.
Maka kalau ada orang digigit ular sering itu karena kesalahan orangnya sendiri, atau mereka mencoba menangkapnya, atau mau membunuhnya, atau mau memegangnya; pokoknya ada upaya untuk kontak dengan ular dan ular pun ada upaya untuk mempertahankan dirinya. Atau kalau sarang ular tempatnya bertelur diganggu, didekati manusia, tentu saja ular tidak akan pergi! Ular akan mempertahankan tempatnya dan bila perlu akan menggigit orang yang dianggap mengganggu tempat bersarangnya.
BAGAIMANA CARA MENGUSIR ULAR??
Tentu kita ga mau kalo tempat tinggal kita juga disukai dan ditempati oleh ular, ya tho...??!! Kecuali tukang sirkus dan penggemar ular, normalnya orang ga mau hidup berdampingan dengan ular. Bahkan dalam kebudayaan tertentu ada yang beranggapan, kalau rumahnya dimasuki ular maka itu pertanda buruk, harus segera pindah rumah! Entah apapun alasannya, saya tidak mau berdebat dengan orang yang punya anggapan demikian. Tapi bagi saya yang menyukai ular, ular bukanlah binatang pembawa sial, justru kalo kita bisa mengolahnya dengan baik, ular mendatangkan banyak manfaat dan keuntungan... Di Indonesia, saya tahu persis, ada oang yang sengaja membudidayakan ular, dan dari satu ular yang ditangkap kalau bisa mengolah dengan baik bisa menghasilkan uang ratusan ribu rupiah! Tapi anda mungkin akan mengatakan: amit-amit, mending kerja yang lain dan lebih baik ular itu pergi jauh dari rumah saya, jangan pernah melihatnya di rumahku!!! iya tho...., itu gampang. Kalo anda ga mau rumahnya dimasuki ular, padahal di sekitar rumah anda mungkin sangat besar peluang ular hadir atau sekedar lewat, maka ambil aja garam dan taburkan di sekitar rumah dan pekarangan anda. Hal ini bisa dilakukan sesekali, atau pada saat anda melihat kelebat ular lewat, atau curiga dengan gerakan tertentu di sekitar kebun, atau menemukan bekas kulit ular yang berganti kulit. Ular sangat takut dengan garam karena kalau terkena garam kulitnya akan terasa perih.
Selain menaburi dengan garam, cara lain yang gampang, murah dan sehat adalah: Bersihkan selalu rumah dan pekarangan anda, perkecil kemungkinan membiarkan semak-semak bergerumbul atau pot-pot tanaman bertumpuk di satu tempat membuat rerimbunan dan gelap serta basah. Hindari terciptanya tempat-tempat yang gelap dan memungkinkan ular suka bersarang dan tinggal. Kalau pekarangan kita bersih dan sering dilewati/dipakai untuk kegiatan, ular akan menangkap bau kehadiran manusia dan akan menyingkir.
Dalam kasus khusus, misalnya orang menemukan ular di dekat rumahnya, kecenderungan yang sering terjadi (dengan alasan takut bahayanya) orang suka ingin membunuh si ular dengan segera; ambil batu atau kayu dan membunuh ular yang dilihatnya. Cara ini sebenarnya kurang tepat. Ketika kita menyakiti ular atau bahkan membunuhnya, di tempat di mana si ular merasa terancam atau disakiti, secara otomatis dari tubuh si ular akan mengeluarkan bau tertentu yang khas. Bau yang dikeluarkan oleh tubuh ular yang ketakutan ini menjadi semacam panggilan SOS bagi ular lainnya yang berada di dekatnya. kekuatan daya sebar bau ini lumayan cukup efektif karena bisa mencapai radius dua hektar jauhnya dari tempat ular disakiti atau dibunuh.
Maka jangan heran orang sering bilang kalo ular dibunuh akan datang ular lain untuk membalas dendam....he he... Ini ga sepenuhnya benar, ular ga pernah balas dendam. Tapi yang benar, karena bau yang dikeluarkan akan mengundang ular lain (dan biasanya ular ini berpasangan di sekitar areal yang berdekatan. Maka jangan heran kalo sesudah membunuh ular, esok harinya atau dalam waktu yang tidak terlalu lama akan nampak lagi ular lainnya di sekitar tempat ular terbunuh. Mengingat hal ini, maka jauh lebih baik kita tidak membunuh ular. Cukup mengusirnya pergi dan biasanya si ular tidak mau berada di tempat yang sama karena inderanya sudah mencium bahaya yang mengancam. Kekecualian, kalo di sekitar itu adalah tempatnya bersarang dan bertelur, maka si ular akan sering nampak di sekitar tempat kita melihatnya.
BAGAIMANA MENDETEKSI KEBERADAAN ULAR DI SEKITAR KITA??
Tidak mudah untuk mengetahui apakah di sekitar tempat kita tinggal ada ular atau tidak. Tetapi ada hal-hal praktis yang bisa kita cermati untuk sekedar mencegah bahaya yang ditimbulkan oleh ular.
1. Kalo di sekitar tempat tinggal kita ada kolam alami, atau parit/sungai kecil yang menjadi habitat ikan-ikan dan hewan air yang natural (bukan dibuat dari semen seperti kolam renang!) hampir bisa dipastikan di sekitar tempat itu ada ular.
2. Kalo di sekitar tempat tinggal kita ada cukup banyak katak/kodok, entah apapun jenisnya, atau tikus, bebek/ayam ternak peliharaan, banyak serangga kecil di sekitar rumah kita yang pada malam hari suka berkumpul di sekitar lampu taman atau tempat-tempat yang ada lampunya di luar rumah; mudah dipastikan di sekitar tempat itu juga menjadi lahan yang menyenangkan bagi ular sebagai predatornya.
3. Kalo anda menemukan di sekitar rumah anda bekas kulit ular yang ditinggalkan sesudah berganti kulit, maka kemungkinan besar di sekitar tempat itu ada ular. Hal-hal yang dijelaskan dari no 1 di atas tidak berarti merupakan kesimpulan bahwa tempat semacam itu berbahaya! Keberadaan ular di sekitar kita tidak identik dengan bahaya. Bahkan dalam banyak hal kehadiran mereka menguntungkan bagi kita. Ular termsuk predator bagi hewan-hewan kecil yang kadang menggangu. Seperti tikus, misalnya, paling takut kalo di sekitar tempat mereka tinggal ada ular. Maka secara tidak langsung ular menjadi kontrol bagi populasi hewan lainnya yang tidak kita sukai.
4. Kalo suatu saat anda mendengar bunyi jeritan katak di kebun (bunyi katak itu gimana sih ya....?? seperti menceot-ceot kesakitan...??) itu sering kali menjadi tanda si katak sudah berada dicengkeraman mulut ular dan dalam waktu singkat akan "selesai" hidupnya ditelan ular. Maka kalo mendengar suara aneh itu...ya ga usah didekati; itu kemungkinan besar si ular lagi sarapan, atau santap siang atau dinner...biarin aja sampe selesai nanti si ular akan pergi sendiri...
5. Jenis-jenis ular tertentu, seperti ular kobra, suka keluar menjelang malam hari ketika hari mulai gelap. Itu ga berarti ular binatang malam. Secara logis, menjelang hari gelap sekitar jam 6 sore sampe jam 7 malam, saatnya katak/kodok mulai keluar karena nyamuk yang menjadi santapan mereka juga lagi dines malam... Maka ular akan mencari mangsanya saat mereka ramai "jalan-jalan sore menjelang malam". Maka baik menghindari jalan-jalan di kebun atau tempat-tempat yang remang-remang pada jam-jam tersebut. Kalo terpaksa karena ada alasan tertentu, gunakan penerang untuk menerangi jalan kita supaya tidak menginjak ular yang lagi laper!
6. Umumnya ular suka berada di tempat sekitar rumah kita kalo tempat itu jarang atau tidak pernah kita datangi/lewati. Ular pada dasarnya takut dengan bau tubuh manusia (apalagi yang jarang mandi, karena baunya khas manusia jorok! ular ga suka yang jorok hihi....). Maka sangat efektif mencegah ular datang dengan cara rajin mendatangi/berjalan jalan di sekitar kebun kita. Itu seperti memberi tahu bahwa tempat tersebut untuk manusia, bukan untuk ular. Dan kalo berjalan-jalan di kebun bagusnya membawa tongkat untuk membuat bunyi-bunyian dengan memukul-mukul pohon atau semak di sekitar kita yang membuat ular takut dan pergi....
....to be continued...








